Kayu Senilai 3 Miliar dan 5 Klotok Diamankan Dit Polairud Polda Kaltim

Kaltimku.id, KUKAR – Setidaknya ada 250 batang kayu gelondongan yang diduga kuat adalah illegal loging senilai 3 miliar rupiah dan 5 unit kapal klotok diamankan Dit Polairud Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim), Kamis (3/3/2022).

Keberhasilan Dit Polairud Polda Kaltim mengungkap tindak pidana pengangkutan kayu tidak berdokumen resmi atau illegal logging ini mengulang kembali peristiwa beberap bulan lalu.

Bacaan Lainnya

Kali ini barang bukti yang disita berupa ratusan batang kayu tanpa dokumen resmi di perairan Sungai Mahakam, di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Humas Polda Kaltim menyebutkan, selain menyita ratusan batang kayu gelondongan, polisi juga menyita lima kapal kelotok yang digunakan untuk menarik batangan-batangan hasil hutan sebagai barang bukti perkara tersebut.

Pengungkapan kasus illegal logging itu terjadi di daerah perairan Sungai Mahakam, tepatnya di perairan Desa Sebulu, Dusun Serbaya, Kecamatan Sebulu, Kukar. Penangkapannya berawal dari penyelidikan Tim Intel Air Polda Kaltim.

Pada Kamis 3 Maret 2022 sekitar pukul 09.00 Wita, petugas mendapati lima kapal ketinting sedang menarik rakitan kayu gelondongan. Karena curiga, petugas melakukan penghadangan dan pemeriksaan terhadap lima orang pelaku.

Dalam pemeriksaan, terdapat 250 batang kayu dan didalamnya terdapat 28 batang kayu yang diakui para pelaku telah terdaftar di Dinas Kehutanan. Kayu yang diklaim para pelaku berizin itu diberi stiker berwarna kuning yang tertempel pada batang kayu. Sementara ratusan kayu lainnya dipastikan illegal.

“Ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut, apakah benar 28 kayu tersebut memang diterbitkan izinnya oleh Dinas Kehutanan atau tidak. Sedangkan untuk 223 lainnya bisa dipastikan illegal,” kata Dir Polairud Polda Kaltim, Kombes Pol Tatar Nugroho SIK, SH, Jumat (4/3).

Kayu yang didominasi jenis meranti dan berusia lebih dari 20 tahun itu diperkirakan berasal dari hutan di kawasan sekitar. Saat ini ratusan batang kayu gelondongan tersebut sudah diberi garis polisi.

“Nilai kayu logging tersebut ditaksir sebesar 3 miliar rupiah. Saat ini, lima orang yang kami amankan dan satu orang sebagai pembeli, kami tetapkan sebagai tersangka. Tapi, masih terbuka peluang kita menetapkan tersangka yang lain. Makanya masih kami gali lagi melalui penyidikan,” tegas Tatar.

Aturan yang dilanggar yaitu Pasal 83 ayat (1) huruf b Jo pasal 12 hurup e UU RI No 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan sebagaimana telah diubah pada UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Ancaman hukuman pelanggaran ini bisa dipidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 2,5 miliar,” jelas Kombes Pol Tatar Nugroho.*

Pos terkait