BALIKPAPAN, Kaltimku.id — Kinerja sektor perbankan di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan—mencakup Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser—tetap solid dan mencatat pertumbuhan positif pada Triwulan II 2026. Hasil ini menjadi fondasi kuat bagi penguatan ekonomi daerah, bahkan di tengah ketidakpastian dinamika ekonomi global.
Realisasi penyaluran kredit perbankan mencapai Rp41,51 triliun, tumbuh 17,66% secara tahunan (yoy). Meski sedikit melandai dibanding Triwulan I 2026 yang mencapai 19,5%, angka ini tetap menunjukkan optimisme tinggi pelaku usaha dan industri keuangan terhadap prospek ekonomi ke depan.
Tak hanya melaju cepat, kualitas kredit pun tetap aman. Tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat 2,57%, sedikit naik dari 2,47% periode sebelumnya namun masih jauh di bawah batas aman 5%.
Pertumbuhan utama datang dari kredit investasi yang melejit 44,34% (yoy), menyumbang 39,35% dari total kredit. Ini sejalan berlanjutnya pembangunan proyek hilirisasi industri serta tahap II pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Sementara itu, Kredit konsumsi tumbuh 5,95% (yoy), tanda daya beli masyarakat masih terjaga. Kredit modal kerja naik 3,78% (yoy), memenuhi kebutuhan operasional usaha sebesar 64,03% total kredit disalurkan untuk aktivitas produktif usaha.
Sektor Konstruksi Paling Bersinar
Berdasarkan lapangan usaha, penyaluran kredit terbesar terserap di tiga sektor utama, yakni konstruksi: 18,83% — melonjak tajam 176,77% (yoy) berkat proyek IKN dan industri. Perdagangan: 13,61% — sejalan peran Balikpapan sebagai pusat ekonomi. Pertanian: 10,84% — andalan utama Kabupaten Paser.
Sektor pertambangan dan transportasi juga ikut memperkuat pertumbuhan, masing-masing naik 50,09% dan 8,33%.
Penyaluran kredit bagi pelaku UMKM mencapai Rp12,79 triliun, dengan pangsa meningkat menjadi 30,80% dari total keseluruhan. Meski secara tahunan tercatat sedikit melambat, kualitas kreditnya tetap terjaga di batas aman: NPL UMKM di angka 4,2% (masih di bawah 5%).
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,15% (yoy) menjadi Rp49,52 triliun. Struktur dana didominasi tabungan (55,65%), giro (28,77%), dan deposito (15,58%). Rasio penyaluran kredit atau LDR pun tetap tinggi di 83,82%, menandakan perbankan optimal menyalurkan dana untuk memutar roda ekonomi.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan demi menjaga kualitas intermediasi, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah bisa berjalan berkelanjutan,” tegas Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi.***






