Sebanyak 2.100 mahasiswa baru Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) mulai mengikuti Pekan Raya Mahasiswa Tahun atau PERMATA 2026. Kegiatan orientasi ini dibuka secara resmi di lingkungan kampus POLNES, Samarinda, pada Selasa, 28 Juli 2026.
Menurut keterangan resmi kampus, PERMATA 2026 dirancang sebagai tahap awal pembinaan untuk membangun karakter, jiwa kepemimpinan, serta rasa kekeluargaan di antara mahasiswa baru. Acara ini menjadi momen penting bagi ribuan peserta dari berbagai jurusan untuk beradaptasi sebelum perkuliahan dimulai.
Mengenal Ritme Baru Kehidupan Kampus
Peralihan dari bangku sekolah ke perguruan tinggi membawa banyak perubahan. Mahasiswa baru dihadapkan pada jadwal kuliah yang lebih fleksibel, tanggung jawab tugas yang lebih besar, dan tuntutan untuk lebih mandiri. Kegiatan seperti PERMATA membantu mengurangi kebingungan awal.
Selama orientasi, mereka diperkenalkan pada berbagai aspek penting, mulai dari sistem akademik, fasilitas seperti perpustakaan dan laboratorium, hingga informasi seputar organisasi mahasiswa dan beasiswa. Pengenalan ini krusial, terutama di pendidikan vokasi seperti POLNES, di mana mahasiswa akan banyak beraktivitas di bengkel atau studio dengan aturan keselamatan khusus.
Kebersamaan yang dibangun selama kegiatan juga membantu mahasiswa baru saling mengenal di luar kelompok sekolah atau daerah asal. Hubungan ini bisa menjadi fondasi untuk kelompok belajar, proyek tugas, hingga dukungan sosial selama masa studi.
Orientasi Wajib Aman dan Bebas Kekerasan
PERMATA 2026 merupakan bagian dari program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diatur oleh pemerintah. Pelaksanaannya harus mengacu pada prinsip yang mengutamakan pembelajaran dan adaptasi, bukan perpeloncoan.
Berdasarkan Panduan PKKMB 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kegiatan orientasi wajib berjalan aman, nyaman, humanis, serta bebas dari kekerasan fisik maupun psikis. Dalam panduan tersebut, pimpinan perguruan tinggi juga diwajibkan menandatangani pakta integritas dan menyediakan kanal pelaporan yang mudah diakses.
Aturan ini penting untuk melindungi mahasiswa baru yang berada dalam posisi rentan dan mungkin merasa harus mengikuti semua instruksi panitia. Meski senior dilibatkan, seluruh rangkaian acara tetap berada di bawah tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang.
Kepemimpinan Bukan Sekadar Jabatan
Salah satu tujuan PERMATA adalah menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Namun, kepemimpinan di dunia perkuliahan tidak melulu soal menjadi ketua organisasi. Kemampuan ini lebih sering tecermin dalam kebiasaan sehari-hari, seperti mengelola waktu, proaktif mencari bahan belajar, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan.
Kebebasan di perguruan tinggi datang bersama tanggung jawab. Dosen mungkin tidak akan mengingatkan pengumpulan tugas berulang kali, dan pelanggaran akademik memiliki konsekuensi yang lebih serius. Setelah PERMATA selesai, mahasiswa diharapkan sudah memiliki bekal awal untuk menavigasi kehidupan kampus secara mandiri.
Kegiatan ini menjadi titik awal bagi ribuan mahasiswa baru POLNES. Proses adaptasi mereka yang sesungguhnya akan terus berlanjut melalui interaksi di ruang kelas, praktik di laboratorium, dan kegiatan organisasi sehari-hari.






