Polres Bontang Bekuk Kurir Narkoba, Seorang Terduga Masuk DPO

Kaltimku.id, BONTANG – Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya (Satresnarkoba) Polres Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil membekuk seorang kurir narkoba berinisial ‘IK’, Kamis (2/12/2021).

Sedangkan seorang lagi yang diduga sebagai pemilik atau pengedar masih dalam pencarian pihak berwajib dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Seseorang terduga berinisial ‘Y’ ini, sempat diungkap ‘IK’ ketika dalam pemeriksaan.

Bacaan Lainnya

Satresnarkoba Polres Bontang membekuk lelaki berusia kurang lebih 22 tahun itu, di sekitar kawasan Jalan WR Supratman Gang Pandan RT 027 Kelurahan Tanjung Laut Kecamatan Bontang Selatan.

Keberhasilan jajaran Polda Kaltim meringkus pemain salah satu barang haram ini, disebutkan berkat informasi dari masyarakat sekitar tempat kejadian perkara (TKP), yakni sekitar bilangan Jalan WR Supratman Gang Pandan Tanjung Laut.

Dalam penangkapan, anggota Satresnarkoba “Kota Taman” ini, mendapati 3 kemasan plastik bening berisi butiran halus berbahaya.

“Saat dilakukan penggeledahan badan dan pakaian, kami mendapati 2 bungkus plastik diduga berisi narkotika jenis sabu dalam genggaman tangan kanan tersangka IK,” terang Kasat Resnarkoba AKP Tatok Tri Haryanto, mewakili Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi.

Setelah dilakukan penggeledahan pakaian, sambung Tatok Tri Haryanto, ditemukan sebungkus plastik lagi yang berisi narkotika jenis sabu disimpan dalam kantong celana bagian belakang dipakai sang sasaran yang masih berusia relatif muda itu.

Selain menyita barang bukti berupa 3 bungkus plastik berisi butiran kristal seberat 0,95 gram, polisi juga menyita sebuah timbangan digital, sebuah HP merek Oppo warna putih gold dan selembar celana pendek warna hitam.

Menurut petugas, pengungkapan kasus narkoba ini berkat informasi masyarakat yang merasa gerah karena lingkungannya digunakan sebagai lokasi bisnis dan pesta narkoba.

“Tersangka ‘IK’ kita tangkap di belakang rumahnya. IK mengaku barang haram tersebut milik ‘Y’, (saat ini masuk DPO Polres Bontang) untuk diserahkan kepada seorang pembeli yang akan mengambilnya,” jelas Kasat Resnarkoba.

‘IK’ dan barang bukti diamankan di Mako Polres Bontang. Pemain barang haram ini terjerat Pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.*

Pos terkait