Sepanjang 2021, Kriminalitas di PPU Naik, Kasus Narkoba Turun

Polres PPU gelar konferensi pers akhir tahun
Polres PPU gelar konferensi pers akhir tahun

Kaltimku.id, PPU – Kasus kriminalitas di wilayah hukum Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur tahun 2021 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kapolres PPU AKBP Hendrik Hermawan menyebutkan terdapat lima kasus kriminalitas tertinggi yang ditangani Polres PPU sepanjang tahun 2021. Kelima kasus tersebut, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), perlindungan anak, perkebunan, pencurian biasa, dan curanmor.

Bacaan Lainnya

“Kasus pencurian dengan pemberatan tahun ini meningkat dibanding tahun lalu, yakni sebanyak 23 kasus,” kata Hendrik Hermawan dalam rilis akhir tahun di Mapolres PPU, Jumat (31/12/2021).

Selain curat, kasus perlindungan anak meningkat dari 14 kasus di tahun 2020 menjadi 18 kasus di tahun 2021. Kasus pencurian sawit yang masuk dalam kriminalitas di bidang perkebunan sebanyak 17 kasus. Sedangkan pencurian biasa dan pencurian kendaraan bermotor masing-masing 10 kasus. Secara umum kasus kejahatan konvensional di wilayah PPU mengalami peningkatan sebanyak 29 kasus atau 38 persen dibandingkan tahun 2020.

Di bidang kejahatan narkotika, kasus yang ditangani Polres mengalami penurunan sebanyak 7 persen. Untuk tahun 2020, penyalahgunaan narkoba sebanyak 83 kasus dengan jumlah tersangka 100 orang dan 70 kasus selesai. Sedangkan di tahun 2021, jumlah kasus sebanyak 76 dengan 98 tersangka, serta 10 kasus masih dalam proses penyidikan.

Adapun jumlah barang bukti yang berhasil diamankan selama tahun ini sebanyak 301,15 gram sabu-sabu dan 9.458 butir double L. Jumlah barang bukti tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 435,5 gram dan 565 pil double L.

“Untuk kasus narkoba kita mengedepankan upaya preventif. Sejauh ini efektif menurunkan kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” terang Kapolres.

Dijelaskan Hendrik, peningkatan signifikan terjadi pada bidang lalu lintas. Kasus kecelakaan lalu lintas di sepanjang tahun 2021 meningkat 68 persen dari tahun 2020. Dari 52 kasus yang terjadi di tahun ini, 33 orang meninggal dunia. Angka kematian akibat laka lantas (kecelakaan lalu lintas) itu naik 12 persen di bandingkan tahun lalu sebanyak 21 orang dari 31 kasus laka lantas.

“Faktornya banyak dipengaruhi kelalaian pengendara hingga kondisi jalan,” tandasnya.*

Editor: Hary BS

Pos terkait