Target Terealisasi 25 Persen, PDAM PPU Setorkan DID 1,6 Miliar ke Pemerintah Daerah

Direktur Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten PPU, Abdul Rasyid
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten PPU, Abdul Rasyid

Kaltimku.id, PPU – Pertumbuhan pelanggan PDAM di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur dalam kurun waktu dua tahun terakhir bertambah sekira 5 ribu sambungan rumah (SR). Jumlah itu baru mencakup 50 persen dari target yang ditetapkan Bupati Abdul Gafur Mas’ud (AGM) sebanyak 10 ribu SR dalam kurun waktu lima tahun.

“Pertumbuhan pelanggan kita paling banyak ditopang dari program hibah air minum perkotaan dari Kementerian PUPR,” ujar Direktur Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten PPU, Abdul Rasyid, Rabu (29/12/2021).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Rasyid, penambahan jumlah pelanggan air minum PDAM tersebut hanya bersumber dari Kementerian melalui program masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program sambungan jaringan air minum gratis di luar dari anggaran dengan sumber dana alokasi khusus (DAK).

Di tahun 2021, pihaknya mengusulkan 2.363 sambungan rumah. Sedangkan di tahun 2022, angka yang diajukan ke Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) sebanyak 3.000 SR, serta 2.199 sambungan di tahun 2023.

“Sesuai dengan target kepala daerah, selama lima tahun itu pertumbuhan pelanggan PDAM mencapai 10 ribu SR,” ungkap Rasyid.

Dari 2.363 sambungan rumah usulan di tahun ini, hanya 558 SR lolos verifikasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal itu disebabkan sejumlah kendala, diantaranya tidak terpasang hingga belum terbangunnya instalasi pengolahan air (IPA).

Dengan 558 sambungan rumah yang lulus penilaian BPKP tersebut, pemerintah daerah mendapatkan dana insentif daerah (DID) dari Kementerian Keuangan senilai Rp 1,6 miliar. Angka itu masih jauh dari dana penyertaan modal dari pemerintah daerah kepada PDAM sebesar Rp 9,5 miliar.

“Dari Rp 9,5 miliar rupiah untuk 2.363 SR di tahun ini, pemerintah daerah baru mengalokasikan Rp 3,5 miliar akibat defisit. Sisanya dianggarkan di tahun depan. Jadi itu menjadi dana penyertaan modal kurang salur kepada PDAM,” tandasnya.*

Editor: Hary BS

Pos terkait