Menanggapi keresahan publik terkait beberapa insiden kriminalitas, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa situasi keamanan kota tetap terkendali. Ia menolak anggapan bahwa Balikpapan sedang darurat begal, namun mengakui perlunya langkah antisipatif yang lebih kuat untuk menjaga rasa aman warga.
Sebagai respons cepat, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengumumkan sebuah proyek keamanan komprehensif yang bertumpu pada teknologi dan kewaspadaan bersama.
Jaringan Pengawas Total: Strategi Pemasangan CCTV Skala Kota
Langkah paling konkret yang akan diambil adalah perluasan masif jaringan kamera pengawas. Menurut Rahmad Mas’ud, program pemasangan CCTV Balikpapan tidak hanya akan menyasar jalan-jalan utama, tetapi juga merambah hingga ke lorong dan gang-gang pemukiman.
“Insyaallah tahun ini akan dipasang beberapa CCTV di seluruh jalan di Kota Balikpapan. Bukan hanya jalan utama, termasuk gang-gang juga akan kita pasang,” ungkap Wali Kota. Tujuannya adalah untuk menciptakan sistem pengawasan yang terintegrasi dan tidak menyisakan ‘titik buta’ bagi pelaku kejahatan.
Rencana strategis ini mencakup beberapa poin utama:
- Prioritas di Area Rawan: Pemasangan awal akan difokuskan pada lokasi yang dianggap sepi dan rawan kriminalitas, termasuk kawasan Jalan Mukmin Faisal yang sempat menjadi sorotan.
- Fungsi Ganda: CCTV tidak hanya berfungsi sebagai alat bukti setelah kejadian (reaktif), tetapi juga sebagai alat deteksi dini dan pencegahan (preventif) yang dapat dipantau langsung.
- Percepatan Investigasi: Keberadaan rekaman visual diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses investigasi yang dilakukan oleh aparat kepolisian.
Peran Aktif Warga Tetap Jadi Kunci
Meskipun proyek CCTV Balikpapan menjadi prioritas, Rahmad Mas’ud menekankan bahwa teknologi bukanlah satu-satunya jawaban. Ia mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan dengan meningkatkan kewaspadaan pribadi.
“Senyaman dan seaman apa pun suatu kota itu pasti mungkin ada kesempatan terjadinya tindak kejahatan. Maka saya imbau warga yang bepergian tengah malam lebih waspada,” jelasnya. Beberapa anjuran yang disampaikan untuk warga antara lain:
- Menghindari bepergian seorang diri pada malam hari, jika memungkinkan.
- Mengurangi aktivitas luar rumah yang tidak mendesak saat larut malam.
- Segera melapor kepada pihak berwenang jika melihat aktivitas yang mencurigakan.
Pada akhirnya, kombinasi antara pengawasan teknologi canggih dan kepekaan sosial dari masyarakat diyakini menjadi formula ampuh untuk mempertahankan Balikpapan sebagai kota yang aman dan nyaman untuk semua.






