Menteri UMKM Maman Abdurrahman secara resmi menobatkan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai provinsi ramah UMKM dalam acara Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di BSCC Dome Balikpapan pada Rabu, 17 Juni 2026. Penilaian ini diberikan atas dasar laporan positif dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mengenai kecepatan dan kemudahan proses perizinan di Kaltim, yang dinilai sebagai wujud komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Apresiasi Atas Kemudahan Layanan di Kaltim
Menteri Maman Abdurrahman menyampaikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltim bersama pemerintah kota dan kabupaten. Menurutnya, kebijakan yang proaktif ini merupakan bukti nyata adanya dukungan pemerintah untuk UMKM yang sangat efektif.
“Luar biasa saya kaget, ternyata dari pengakuan teman-teman pelaku UMKM disini. Mereka dilayani sangat cepat dan mudah,” kata Menteri Maman dalam sambutannya. “Kebijakan maupun terobosan dan langkah positif Pemprov Kaltim juga pemerintah kabupaten kota ini sudah bisa kita anggap kategori ramah terhadap UMKM,” ungkapnya.
Rangkaian Program Unggulan Pemprov Kaltim
Menanggapi penilaian tersebut, Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) menjelaskan bahwa Pemprov Kaltim telah menyusun serangkaian program strategis untuk memperkuat ekosistem usaha. Hal ini mencakup program pemberdayaan UMKM yang komprehensif serta pembangunan infrastruktur penunjang.
“Kami juga melaksanakan Program Pengembangan UMKM dan Bimtek UKM Ekspor dengan target 100 UKM tahun ini, fasilitasi sertifikasi, kemitraan, dan literasi UKM digital,” jelas Gubernur Harum.
Prioritas Program 2025-2026
Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Kaltim telah menetapkan beberapa program prioritas, antara lain:
- Program Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi, termasuk pendampingan koperasi modern.
- Pengembangan ekspor melalui pameran Trade Expo Indonesia, business matching, dan pendampingan eksportir.
- Program Pemberdayaan UMKM (PKT) yang menargetkan 1.050 UMKM selama periode 2025-2026.
- Pelatihan Kewirausahaan Terpadu (PKT) di berbagai bidang seperti kuliner, barista, digital printing, dan menjahit.
Pembangunan Infrastruktur Jangka Panjang
Gubernur Harum menekankan pentingnya fondasi jangka panjang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Kaltim yang berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui Major Project “Jospol” yang berfokus pada pembangunan infrastruktur krusial, dimana salah satu tujuannya adalah menciptakan kemudahan perizinan usaha yang terintegrasi.
“Kami juga tengah membangun fondasi jangka panjang melalui major project Jospol,” beber Harum. Proyek-proyek utama yang sedang dan akan berjalan meliputi:
- Pembangunan Rumah Produksi Bersama (RPB) Pakan Ternak dan Pamigo di Kutai Kartanegara.
- Pembangunan kawasan industri yang konstruksi fisiknya dimulai pada tahun 2027.
- Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) secara bertahap di seluruh kabupaten/kota, dimulai dari Samarinda, Balikpapan, dan Kukar (2025), lalu Bontang dan PPU (2026).
- Pembangunan Pusat Distribusi Provinsi (PDP) yang DED-nya selesai pada 2025 dan konstruksi tahap I dimulai pada 2026.






