‎Pelatihan Pemuda HST Menyala 2026 di Banjarmasin, Bupati Rizal: Pemuda tak Hanya Dituntut Kecerdasan Intelektual

BARABAI, Kaltimku.id –- Kualitas pemuda di Hulu Sungai Tengah (HST) menjadi atensi serius Pemkab setempat. Itu ditegaskan Bupati HST, Samsul Rizal saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Menyala 2026 di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Selasa (21/4/2026).

‎”Peran pemuda itu penting sebagai generasi penerus yang memiliki tanggung jawab besar dalam pembangunan daerah,” ujar Bupati Samsul Rizal.

‎Pelatihan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai organisasi pemuda di HST. Dihelat oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporabudparekrab) HST bersama KNPI HST, pelatihan (training) kepemimpinan pemuda HST ini selama tiga hari dari 21 hingga 23 April 2026.

‎Bupati menyebut, kegiatan ini bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya para generasi muda. Ia menyebut,  pemuda tak hanya dituntut punya kecerdasan intelektual, melainkan harus dibekali  kepemimpinan kuat, sikap disiplin dan integritas yang tinggi.



‎“Pelatihan ini momentum penting untuk membentuk karakter pemuda yang siap menjadi inovator dan pemimpin masa depan. Sebab, tantangan ke depan semakin kompleks, seiring perkembangan teknologi dan globalisasi, khususnya di HST,”  ujarnya.

‎Bupati Rizal berharap, semua peserta mengikuti pelatihan dengan serius.  Mampu menerapkan ilmu yang didapat ke kehidupan bermasyarakat, menjadi contoh dan inspirasi generasi muda lainnya di Bumi Murakata — HST.

‎Sementara Kepala Disporabudparekrab HST, M Ramadlan menyebut, pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan, keterampilan komunikasi dan kemampuan bekerja dalam tim.

‎“Selama tiga hari ke depan, peserta akan dibekali berbagai materi penting. Selain itu,  akan ada sesi diskusi, simulasi dan praktik langsung  untuk mengasah kemampuan peserta,” terang Ramadlan.

‎Pelatihan ini pun, urainya, tidak hanya bersifat teoritis, tapi menitikberatkan pengalaman praktis agar peserta mampu menghadapi situasi nyata di lapangan. “Semoga para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa dampak positif di lingkungan masing-masing,”  tutupnya.* (JJD)

Pos terkait