Pemilik Kedai Kopi Hitam Manis Tanggapi Santai Tuntutan Rekan Bisnisnya

Kaltimku.id, BALIKPAPAN – Menyikapi laporan yang dilayangkan mantan rekan bisnisnya bernama Anita ke Polresta Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), owner atau pemilik Kedai Kopi Hitam Manis Denny Cristyawan angkat bicara terkait permasalahan yang dialami dirinya bersama rekan kerjanya tersebut.

Denny mengatakan jika dirinya tidak pernah memikirkan sejauh itu menanggapi permasalahan yang dialaminya bersama mantan rekan bisnisnya.
“Kami tidak pernah memberikan informasi hoax di Sosial Media (Sosmed),” tegas Denny, Senin (23/8/2021) kepada awak media.

Bacaan Lainnya

Dirinya menuturkan, dalam berbisnis frienchise yang dilakukan oleh kedua belah pihak, misalnya salah satu pihak yang membeli frienchise tersebut melanggar kontrak, maka pemutusan kerja sama dapat dilakukan secara sepihak.

Denny menjelaskan, dalam berbisnis frienchise terdapat beberapa peraturan yang harus disepakati kedua belah pihak dan aturannya harus diikuti. Sementara dalam kasus yang terjadi dirinya bersama mantan rekan bisnisnya, tentu saja ada aturan yang dilanggar, sebab itulah dia memutuskan kerja sama.

“Kita sudah lakukan peneguran, namun masih tetap dilanggar. Bahkan suami dari ibu Anita sudah mengakui kesalahannya,” ucapnya. “Jadi kita sudah datang kesana untuk menanyakan…, jadi maunya gimana nih..? Ternyata mereka maunya usaha tetap berjalan, namun menggunakan Brand baru,” sambungnya.

Selain itu, Denny membantah jika pihaknya tidak terlebih dahulu memberikan peringatan, ia mengatakan pihaknya sudah memberikan peringatan beberapa kali saat mantan rekan bisnisnya tersebut melakukan pelanggaran.

Bukan itu saja, Denny juga membantah apa yang dikatakan mantan rekan bisnisnya jika pihaknya tidak memenuhi kebutuhan bahan baku kedai kopi Hitam Manis.

“Kita sudah penuhi semua kebutuhan bahan yang dibutuhkan frienchise tersebut, karena ini bukan frienchise yang pertama,” bebernya.

“Misalkan ada kendala harganya mahal, secara otomatis frienchise yang lain akan mengeluhkan hal yang sama, tapi kenyataannya tidak, hanya yang di Balikpapan Baru saja yang mengeluhkan hal ini,” tambahnya.

Denny mengungkapkan, jika frienchise yang berada di Balikpapan Baru merupakan frienchise kedua setelah frienchise yang ada di kawasan Bonto Bolaeng memiliki pengunjung yang sangat banyak, namun jika dikatakan selama 5 bulan berjalan dikatakan rugi.

Sementara dari data yang ada pada pihaknya, frienchise di kawasan Balikpapan Baru penjualannya tertinggi kedua setelah Bonto Bolaeng.

“Mereka beralasan ambil diluar karena bahan di kami mahal, kedua mereka rugi, sedangkan untuk alasan kami tidak menyediakan stok bahan,” ujarnya.

“Kalau bahan seperti susu, bebas untuk beli dimana saja, karena tidak ada dalam kontrak, tapi kalau gelas tidak boleh…, sedangkan jika stok kosong seperti yang mereka sampaikan, tidak mungkin karena kita punya gudang dan stok ada terus,” terangnya.

Denny mengatakan, pihaknya menginginkan permasalahan ini dibicarakan secara kekeluargaan. Pasalnya saat ini yang dijalankan mantan rekan bisnisnya tetap menggunakan resep yang diberikan dirinya.

“Jika memang kita jual bahan kemahalan, pastinya 19 cabang lainnya akan mengeluhkan hal yang sama, tapi kenapa hanya yang disana,” keluhnya.

Disinggung mengenai tidak terdaftarnya waralaba yang dikelolanya, Denny sekali lagi membantah, dirinya mengatakan jika waralaba yang dijalankannya sudah terdaftar.

“Jika memang kita belum terdaftar di HAKI, kita tidak mungkin membuka hingga 19 cabang, dan itu sama saja tindakan bunuh diri,” jelasnya.

Terkait permintaan ganti rugi yang dilayangkan mantan rekan bisnisnya, Denny menanggapinya dengan santai, menurutnya semua yang ada sudah jelas ada didalam kontrak perjanjian, bahkan jika terjadi pelanggaran ada denda yang harus dibayarkan.

“Semua sudah ada didalam kontrak perjanjian, jadi saya tidak perlu menjelaskannya kembali, semua jelas ada didalam kontrak,” tandasnya.*

Wartawan: Ariel S

Pos terkait