Permintaan Tinggi, Produksi Gula Aren Minta Akan Ditingkatkan Pemkab Kubar

Permintaan Tinggi, Produksi Gula Aren Minta Akan Ditingkatkan Pemkab Kubar

Ringkasan Berita:

  • Permintaan pasar untuk gula aren dari Kampung Minta, Kutai Barat, terus meningkat hingga melebihi kapasitas produksi saat ini.
  • Pemkab Kutai Barat berkomitmen membantu memperluas rumah produksi untuk memaksimalkan kapasitas dan memenuhi permintaan.
  • Produk gula semut dari kelompok tani lokal ini telah meraih peringkat 9 produk unggulan desa tingkat Provinsi Kaltim pada 2024.

SENDAWAR — Kaltimku.id — Permintaan pasar terhadap gula aren dan gula semut asal Kampung Minta, Kecamatan Penyinggahan, Kutai Barat (Kubar), terus meningkat. Namun, kapasitas produksi yang terbatas menjadi kendala utama bagi para pelaku usaha lokal untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Menanggapi kondisi ini, Bupati Kubar Frederick Edwin memastikan pemerintah daerah akan membantu memperluas fasilitas produksi di sana.

Bacaan Lainnya

“Permintaan pasar terus meningkat. Kami akan membantu bagaimana caranya memperluas rumah produksi di Kampung Minta agar kapasitas produksi gula aren semakin maksimal dan mampu memenuhi kebutuhan pasar,” tegasnya.

Dukungan pemerintah sejalan dengan harapan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Minta Mandiri/BUMKA/AKKM Hutan Kahoi. Perwakilannya, Saifullah, menyebut keberadaan rumah produksi yang lebih representatif dan berstandar baik sangat dinantikan.

“Kami percaya keberadaan rumah produksi yang lebih layak tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja, memberdayakan masyarakat lokal, meningkatkan pendapatan keluarga serta menjadikan produk aren Kampung Minta sebagai kebanggaan Kubar,” ujar Saifullah.

Kelompok Tani Aren Minta Mandiri merupakan hasil kolaborasi masyarakat dengan WWF Indonesia yang telah berjalan sejak 2018. Kerja sama ini mencakup berbagai program, mulai dari penguatan kelembagaan hingga pengembangan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan.

Saat ini, kelompok tani tersebut mampu memproduksi sekitar 500 kilogram gula aren dan gula semut per bulan. Kualitasnya pun sudah diakui, terbukti dengan produk gula semut mereka yang berhasil masuk peringkat sembilan kategori produk unggulan desa tingkat Provinsi Kaltim pada 2024. Menurut Saifullah, rumah produksi yang ada sekarang merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, namun kapasitasnya sudah tidak lagi mampu mengimbangi lonjakan permintaan. (ADV/Diskominfo Kubar)

Pos terkait