BARABAI, Kaltimku.id — Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal resmi menggulirkan (membuka) ajang sepak bola Liga Pemdes HST Menyala 2026. Seremoni pembukaan Liga pertama di Indonesia di luar Liga-liga resmi PSSI itu di Balai Rakyat, Barabai, Rabu malam (15/4/2026).
Peserta Liga Pemdes HST 2026 ini sendiri adalah tim-tim kecamatan di HST. “Sebanyak 9 dari 11 kecamatan di HST ambil bagian pada Liga ini. Kecamatan Batang Alai Utara (BAU) dan Labuan Amas Selatan (LAU) absen lantaran kurang persiapan,” ucap Ketua Panpelnya, Isri Fariatmi.
Melaporkan sesaat sebelum Bupati Rizal membuka Liga ini, ia menyebut begini. Pada kompetisi ini setiap kecamatan mengirimkan satu tim yang “line-up” atau susunan pemainnya murni terdiri dari Pembakal, anggota BPD, dan perangkat desa aktif.
“Kita patut berbangga, karena sistem kompetisi ini dikelola dengan sistem profesional. HST tercatat sebagai pelopor Liga Pemdes pertama di Indonesia,” ujarnya seraya menimpali — “ini capaian monumental dan mercusuar inovasi.”
Liga Pemdes HST 2026 ini, sebut Isri, dijadwalkan teratur dan terukur. Pertandingan akan dilaksanakan serentak setiap hari Sabtu sore pukul 16.00 WITA. Tersebar di empat lapangan berbeda pada setiap kecamatan yang menjadi tuan rumah.
”Perjuangan ini akan kita bagi dalam dua fase. Paruh musim pertama pada 18 April 2026 — 25 Juni 2026. Paruh musim kedua 12 September 2026 hingga 26 Desember 2026,” urai Isri.
Isri mengungkapkan, pertandingan akan dirancang dengan interval 14 hari atau 2 minggu sekali. Tujuannya menjaga keseimbangan antara hobi dan pengabdian. Menjaga kebugaran fisik para aparatur desa sekaligus memastikan Liga ini tak menghambat pelayanan ke masyarakat.
Lantas Bupati HST, Samsul Rizal, menyambut positif Liga Pemdes ini, sebuah inovasi liga sepak bola yang melibatkan aparatur pemerintah desa, mulai dari Pembakal, perangkat desa, hingga anggota BPD, dalam format kompetisi penuh.
“Liga ini membuktikan olahraga mampu menjadi media pemersatu, media silaturahmi, sekaligus media penguatan soliditas antar aparatur desa di Bumi Murakata,” ujar Bupati Rizal.
Bupati Rizal juga mengapresiasi, karena Liga ini digelar dengan semangat gotong royong tanpa orientasi keuntungan. Artinya, Liga ini terbuka bagi masyarakat atau publik tanpa ada pungutan biaya (gratis).
“Junjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan keadilan. Menang dan kalah itu hal biasa dalam kompetisi. Yang penting jaga sportivitas, persaudaraan, dan integritas,” pesannya.
Bupati Rizal sendiri menandai seremoni pembukaannya dengan pemukulan gong. Disaksikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata, Ketua Askab PSSI HST, para Camat, dan tamu undangan.* (JJD)








