PPU Gelar Operasi Pasar, Minyak Goreng Paling Diburu Warga

Ilustrasi
Ilustrasi

Kaltimku.id, PPU – Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DisKUKM Perindag) bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Tanah Grogot menggelar operasi pasar, guna menekan lonjakan harga sejumlah komoditi pangan. Operasi pasar digelar sejak awal pekan kemarin, dengan sasaran empat wilayah kecamatan.

Sedianya, operasi pasar murah dilaksanakan selama lima hari, yakni mulai 13 – 17 Desember. Namun untuk kegiatan operasi di tanggal 14 dan 15 diundur, lantaran bersamaan dengan agenda pemilihan kepala desa (Pilkades).

Bacaan Lainnya

“Untuk Selasa dan Rabu kita undur karena bersamaan dengan Pilkades. Selasa itu semestinya untuk wilayah Waru dan Rabu di Babulu,” ujar Kepala Dinas KUKM Perindag Kabupaten PPU, Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Sukadi Kuncoro, Kamis (16/12/2021).

Di hari pertama operasi pasar digelar di kantor Dinas Sosial Kecamatan Penajam. Antusiasme warga dalam kegiatan tersebut, cukup tinggi. Minyak goreng menjadi komoditi yang paling diburu oleh masyarakat.

Dalam operasi pasar, minyak goreng dijual dengan harga Rp 16.000 per liter. Harga minyak goreng di tingkat pedagang, saat ini mencapai Rp 22.000 per liter.

“Yang paling laris itu minyak goreng. Karena ada selisih Rp 5.000 dari pasaran,” ungkap Kuncoro.

Disebutkan Kuncoro, dalam operasi pasar murah kali ini, pembelian dibatasi sebanyak 1 liter. Hal itu akibat terbatasnya kuota yang dibawa oleh Bulog Tanah Grogot. Dalam satu kegiatan operasi pasar, Bulog hanya menyediakan sebanyak 150 liter.

Selain minyak goreng, operasi pasar juga menjual sembako dengan harga lebih terjangkau, diantaranya gula pasir Rp 12.500 per kilo, tepung Rp 10.500 per kilo, beras premium Rp 56.000/5kg dan beras Mahakam Rp 48.000/5kg.*

Editor: Hary T BS

Pos terkait