Sembilan Tim Pelajar Kaltim Adu Wawasan Sejarah di Museum Mulawarman

Pelajar Kaltim Adu Wawasan Sejarah di Lomba Cerdas Cermat Museum

Sembilan tim pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur bersaing dalam Lomba Cerdas Cermat Museum tingkat SMP dan MTs. Kompetisi berlangsung di Aula Gedung A UPTD Museum Negeri Mulawarman, Tenggarong, pada 22–23 Juli 2026.

Lomba tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam menjawab soal. Pelajar juga ditantang memahami sejarah bangsa, budaya daerah, koleksi museum, dan upaya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur melalui UPTD Museum Negeri Mulawarman itu mengangkat tema “Budaya sebagai Inspirasi dalam Merajut Masa Depan Indonesia Emas”. Tema tersebut menempatkan sejarah dan budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter, bukan sekadar materi yang dihafal untuk memenangkan perlombaan.

Sembilan Daerah Mengirim Perwakilan

Peserta berasal dari sekolah yang mewakili sembilan kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Setiap tim membawa hasil belajar dan persiapan dari daerah masing-masing untuk menghadapi soal tentang sejarah, kebudayaan, dan permuseuman.

Sekolah yang mengikuti kompetisi tersebut adalah SMP Negeri 25 Penajam Paser Utara, SMP Negeri 1 Balikpapan, SMP Negeri 6 Sangatta Utara, SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, dan SMP Negeri 1 Long Bagun.

Peserta lain berasal dari MTs Negeri Kutai Barat, SMP Negeri 1 Tenggarong, SMP Negeri 1 Tanah Grogot, serta SMP Negeri 3 Bontang. Kehadiran sekolah dari wilayah pesisir, perkotaan, hingga pedalaman membuat perlombaan ini menjadi tempat bertemunya pelajar dengan latar daerah yang berbeda.

Sekretaris Disdikbud Kaltim Rahmat Ramadhan mengatakan museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda bersejarah. Museum juga menjadi ruang belajar yang memperlihatkan perjalanan peradaban, nilai budaya, dan identitas yang membentuk jati diri bangsa.

Menurutnya, Lomba Cerdas Cermat Museum diharapkan membuat pelajar semakin memahami sejarah serta bangga terhadap warisan budaya Indonesia, terutama kekayaan budaya yang dimiliki Kalimantan Timur.

Museum Didorong Menjadi Ruang Belajar yang Lebih Dekat

Pelajaran sejarah sering diterima siswa melalui buku dan penjelasan di kelas. Museum memberi pengalaman berbeda karena pelajar dapat melihat benda, foto, arsip, dan peninggalan yang berkaitan langsung dengan perjalanan masyarakat pada masa lalu.

Plt Kepala UPTD Museum Negeri Mulawarman menilai lomba ini menjadi salah satu cara menghadirkan pembelajaran sejarah dalam bentuk yang lebih menarik. Persaingan antartim juga melatih kecepatan berpikir, kerja sama, sportivitas, dan keberanian menjawab di depan peserta lain.

Pengetahuan yang diuji tidak berhenti pada nama tokoh atau tahun kejadian. Pemahaman mengenai budaya daerah, perkembangan masyarakat, fungsi museum, dan alasan warisan sejarah perlu dijaga ikut menjadi bagian penting dalam persiapan peserta.

Museum Negeri Mulawarman juga memperkenalkan pengembangan kawasan melalui kebun anggur yang dikelola secara mandiri. Tamu yang hadir mendapat kesempatan menikmati hasil panen kedua setelah kebun tersebut pertama kali dipanen pada April 2026.

Pengembangan itu menjadi bagian dari upaya membuat museum tidak hanya dikunjungi untuk melihat koleksi di dalam gedung. Kawasannya juga diarahkan menjadi tempat belajar yang lebih interaktif dan memberi pengalaman baru bagi masyarakat.

Lomba Cerdas Cermat Museum berlangsung selama dua hari pada 22–23 Juli 2026 di Aula Gedung A UPTD Museum Negeri Mulawarman, Tenggarong.

Pos terkait