Ringkasan Berita:
- BKPSDM Kutai Barat menggelar pelatihan public speaking untuk aparatur kecamatan pada 20-22 Juli 2026.
- Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi ASN sebagai ujung tombak pelayanan publik.
- Menurut Plt. Kepala BKPSDM, komunikasi yang baik kini menjadi kompetensi utama untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
SENDAWAR— Kaltimku.id — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengambil langkah untuk meningkatkan kualitas layanan publik dengan membekali para aparaturnya kemampuan komunikasi. Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), digelar Pelatihan Public Speaking & Effective Communication Skill (Batch 3) untuk para aparatur di tingkat kecamatan.
Kegiatan ini dibuka pada Senin (20/7/2026) di Hotel Sidodadi, Barong Tongkok, dan berlangsung selama tiga hari hingga 22 Juli 2026. Pesertanya terdiri dari para camat, sekretaris kecamatan, dan sejumlah staf BKPSDM. Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari Batch 1 dan 2 yang sebelumnya menyasar berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Plt. Kepala BKPSDM Kutai Barat, Ramli, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan komunikasi kini menjadi salah satu kompetensi utama yang wajib dimiliki setiap aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, aparatur kecamatan dipilih sebagai peserta karena mereka adalah garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Saya berharap Bapak dan Ibu menjadi agen perubahan dalam membangun budaya komunikasi yang positif di unit kerja masing-masing, sehingga manfaat pelatihan ini dapat dirasakan oleh organisasi maupun masyarakat yang kita layani,” ujar Ramli.
Ia menambahkan, ASN tidak hanya dituntut menguasai teknis pekerjaan, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi secara jelas, santun, dan persuasif. Dengan begitu, pelayanan yang diberikan bisa lebih efektif, cepat, dan berorientasi pada kepuasan warga.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Agung Solihin dari SCB International Consulting. Selama tiga hari, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengikuti diskusi interaktif, simulasi, dan praktik langsung berbicara di depan publik. Tujuannya adalah meningkatkan rasa percaya diri dan keterampilan berkomunikasi dalam berbagai situasi pelayanan pemerintahan.
Menurut panitia, public speaking bukan sekadar soal berani bicara di depan umum, melainkan juga kemampuan menyusun gagasan secara runtut dan meyakinkan. Sementara itu, komunikasi yang efektif diharapkan dapat membangun hubungan kerja yang harmonis dan mendorong kolaborasi yang produktif di lingkungan kerja.
Melalui peningkatan kompetensi ini, Pemkab Kutai Barat berharap aparatur di tingkat kecamatan menjadi lebih profesional, komunikatif, dan adaptif dalam menjalankan tugasnya demi pelayanan publik yang lebih berkualitas. (ADV/Diskominfo Kubar)






