Akibat Hubungan Intim dengan Pacar, Wanita 16 Tahun Hamil 6 Minggu

Kaltimku.id, KUKAR – Akibat hubungan intim dengan sang pacar, wanita masih berusia kurang lebih 16 tahun mengalami hamil yang disebut-sebut sudah memasuki usia kehamilan 6 minggu.

Kasus asusila terjadi di kawasan Loa Kulu wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini sudah ditangani Polsek setempat.

Bacaan Lainnya

Jajaran Polda Kaltim yang bertugas di Polsek Loa Kulu Polres Kutai Kutai Kartanegara, mengamankan seorang pria berinisial ‘Y’, yang berdomisili di kawasan Kecamatan Loa Kulu.

Humas Polda Kaltim menyebutkan, lelaki berusia sekitar 22 tahun itu dilaporkan orang tua korban tentang tindakan asusila terhadap seorang pelajar wanita yang masih berumur 16 tahun.

“Pelajar perempuan 16 tahun itu, mendapat perlakuan tindak asusila,” jelas Kapolsek Loa Kulu AKP Dide Setiawan.

Diungkap, korban dan ‘Y’ merupakan sepasang kekasih yang sudah menjalani hubungan sejak Januari 2022 lalu. Namun pada tanggal 13 April, ‘Y’ dengan sengaja membuat video asusila menggunakan handphone kepunyaan sang perempuan.

“Saat di videokan, korban sedang dalam kondisi tidak sadar, karena habis minum kopi yang isinya kecubung. Pelaku sengaja memasukannya ke minuman itu,” ungkap AKP Dedy, Senin (25/4).

Awalnya, pengungkapan kasus tersebut bermula dari orang tua korban yang tidak sengaja melihat video asusila tersebut di ponsel anaknya.

Merasa terkejut dan sangat kesal dengan kejadian itu, pada Kamis (21/4/2022) bertepatan dengan Hari Kartini, pihak keluarga korban melaporkan kasus asusila itu ke pihak kepolisian, yakni Polsek Loa Kulu.

“Anggota langsung melakukan penyelidikan. Pada tanggal 22 (Jumat), tersangka kami amankan di rumahnya,” terang Kapolsek Loa Kulu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka ‘Y’, juga mengaku sudah berkali-kali menyetubuhi korban selama pacaran. Ketika dilakukan visum diketahui hasilnya kalau korban yang masih muda usia itu sedang dalam keadaan hamil enam pekan.

Saat ini korban sedang dilakukan pendampingan pemulihan psikologis oleh UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (P2TP2) Kutai Kartanegara.

“Waktu itu ‘Y’ lagi iseng saja untuk buat video. Rencananya mau dihapus, tapi tidak sempat. Kecubungnya itu dibawakan temannya,” jelas Kapolsek setelah mendapat keterangan pelaku.

Dari kejadian itu, Polsek Loa Kulu mengamankan barang bukti (BB) berupa sebuah telepon genggam, selimut dan sprei.

Tersangka ‘Y’ dijerat pasal 76 E dan 76 D junto pasal 82 ayat 1 junto pasal 81 ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016, Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016, Tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal 3 sampai 5 tahun dan paling lama 10-15 tahun penjara.*

Pos terkait