Dianggap Mahal, Dinas PUPR Jelaskan Item Pengerjaan Rumjab Bupati

Kaltimku.id, PPU – Pembangunan Rumah Jabatan (Rumjab) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) yang menuai polemik di tengah masyarakat. Rumjab yang dibangun dengan anggaran senilai Rp 34 miliar juga menjadi sorotan media nasional.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten PPU, Edi Hasmoro mengatakan alokasi anggaran terbesar dari pembangunan rumah dinas bupati terletak pada site development. Dimana, pengerjaan site development lahan seluas dua hektar tersebut menghabiskan 65 persen total anggaran atau senilai Rp 22,1 miliar.

Bacaan Lainnya
Edi Hasmoro

Adapun pengerjaan site development meliputi, sheet pile, pancang, saluran udict, jalan lingkungan, tiang dinding pagar. Lokasi pembangunan rumah dinas bupati berada di lahan pesisir pantai di wilayah Kelurahan Sungai Paret.

“Perencanaan pembangunan rumah jabatan kan sudah dilakukan sejak tahun 2015. Nah, lokasi landscapenya itu lahan pinggir pantai. Jadi membutuhkan biaya penimbunan yang tidak sedikit,” kata Edi Hasmoro, Rabu (1/9/2021).

Dijelaskan Edi, sesuai nilai kontrak pengerjaan rumah jabatan sudah selesai 100 persen. Dari nilai Rp 34 miliar, anggaran fisik rumah jabatan hanya menelan biaya sebesar Rp 6,1 miliar. Sementara bangunan lain meliputi pos jaga, tempat parkir, ruang mechanical dan electrical (ME) senilai Rp 831 juta.

Kontrak pengerjaan rumah jabatan kepala daerah tidak selesai dalam satu tahap. Beberapa pengerjaan dialihkan dengan skema contract change order (CCO). Pengerjaan itu meliputi, pembangunan pagar, ornament, taman, dermaga hingga interior rumah.

“Kita lakukan tambah kurang pada beberapa item pengerjaan. Anggaran itu kita alokasikan untuk pemasangan jaringan instalasi listrik. Nilainya Rp 1,9 miliar,” terang Edi.

Lebih lanjut Edi mengatakan, sisa pengerjaan yang dialihkan pada skema CCO, anggarannya dialokasikan pada tahap kedua. Namun, kebutuhan anggaran untuk penyelesaian seluruhnya, masih dalam penghitungan.

“Kita belum tahu (kisarannya) karena masih dalam perencanaan. Kalau sudah ada nanti kita usulkan di APBD Perubahan tahun ini. Tapi masih tergantung keuangan daerah” pungkas Edi.*

Wartawan: Yudi

Pos terkait