Ringkasan Berita:
- Kampung Sumber Sari di Kutai Barat berkolaborasi dengan 10 mahasiswa KKN dari Universitas Mulawarman.
- Fokus utama program adalah memperkuat manajemen koperasi peternakan, mengembangkan UMKM, dan pendataan warga.
- Pendampingan ini bertujuan meningkatkan tata kelola koperasi yang sudah ada agar lebih berkelanjutan.
SENDAWAR – Kaltimku.id – Pemerintah Kampung Sumber Sari di Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat, menggandeng 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Mulawarman (Unmul) untuk program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini difokuskan pada tiga bidang utama: penguatan koperasi peternakan, pengembangan UMKM, dan pendataan warga.
Kepala Kampung Sumber Sari, Paino Wibowo, menyatakan bahwa kehadiran para mahasiswa dimanfaatkan untuk mendukung program yang sesuai dengan kebutuhan warga. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas kelembagaan dan ekonomi di tingkat kampung.
“Di Sumber Sari ada 10 mahasiswa yang tinggal. Kami sudah berbincang dengan adik-adik mahasiswa, dan salah satu fokus mereka nanti pembinaan di bidang peternakan, khususnya koperasi peternakan, kemudian UMKM, serta pendataan warga,” ujar Paino, Kamis (30/7/2026).
Salah satu fokus utama pendampingan adalah koperasi peternakan sapi yang sudah berjalan di kampung tersebut. Menurut Paino, koperasi ini bukan lembaga baru, melainkan wadah yang dibentuk untuk mengelola bantuan ternak dari pemerintah.
Bantuan tersebut dikelola secara berkelompok, di mana setiap anggota bertanggung jawab atas sejumlah sapi. Hasil pengembangbiakannya kemudian dikelola kembali melalui kelompok. Oleh karena itu, peran mahasiswa KKN lebih diarahkan pada perbaikan manajemen.
“Yang akan dibantu mahasiswa nanti bagaimana manajemen koperasinya supaya lebih baik dan bisa berjalan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Selain koperasi, para mahasiswa juga akan mendampingi pengembangan UMKM lokal dan membantu proses pendataan warga. Data yang terkumpul diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan program pembangunan kampung yang lebih tepat sasaran.
Paino berharap sinergi antara pemerintah kampung dan mahasiswa ini dapat memberikan manfaat nyata dan memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi kampung secara berkelanjutan. (ADV/Diskominfo Kubar)






