Jumiati: “Saya tak Bisa Sewa Rumah, Mohon Bantuannya Pemerintah”

RAUT wajah perempuan itu tampak sangat berduka. Kedua matanya berkaca-kaca. Rumah yang selama ini ditempatinya bersama suami dan anak-anaknya, kini tinggal puing-puing hitam.

Tak ada lagi yang tersisa, kecuali hanya selembar pakaian yang melekat di tubuhnya juga di tubuh suami dan anak-anaknya.

Memang, rumah yang ditinggalinya dan menjadi salah sebuah rumah yang habis terbakar dalam musibah kebakaran Gunung Bugis pada Kamis, 17 Juni 2021, siang sekitar pukul 14.30 Wita, adalah milik saudaranya.

“Saya tidak bisa menyewa rumah, mengingat pekerjaan suami saya yang cuma serabutan,” ujar Jumiati (29) dengan suara bergetar menahan kepedihan.

Perempuan dua anak itu memohon kepada pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) segera memberikan bantuan kepada semua warga korban kebakaran.

“Saya mohon bantuannya kepada pemerintah, karena semua yang saya punya habis tidak terselamatkan,” ucapnya dengan tatapan menerawang, “anak saya baru masuk daftar sekolah, sementara anak saya yang satunya masih kecil,” tambahnya pilu.

Musibah kebakaran ini menjadi yang kedua terjadi di kawasan Gunung Bugis, Baru Ulu, Balikpapan Barat. Pada 6 Juni 2021 atau 12 hari yang lalu, api juga melahap kawasan Gunung Bugis dan menelan satu korban jiwa, Haruna (55).*

Pos terkait