Polda Kaltim Amankan Gerombolan Pemeras di Atas Kapal

Gerombolan premanisme yang dibekuk Polda Kaltim

Kaltimku.id, BALIKPAPAN – Polda Kalimantan Timur (Kaltim) akan menindak tegas segala bentuk premanisme, seperti aksi premanisme dengan pengancaman dan pemerasan yang terjadi di daerah Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim yang berhasil diungkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim.

Dirkrimum Polda Kaltim Kombes Pol Subandi mengatakan, pihaknya untuk kedua kalinya berhasil mengungkap aksi premanisme yang terjadi di wilayah Kaltim. “Kami akan menindak tegas segala bentuk premanisme yang terjadi di wilayah Kaltim,” tegas Kombes Pol Subandi.

Bacaan Lainnya

Kombes Pol Subandi didampingi Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo saat menggelar Pres Rilis di Mapolda Kaltim, Rabu (15/9/2021), menguraikan penangkapan para pelaku premanisme sudah menjadi agenda Polda Kaltim dalam menciptakan Kamtibmas di masyarakat.

Terungkapnya aksi premanisme yang dilakukan tersangka berinisial SI dan DMW pada, Jumat (3/9/2021) lalu, berawal saat Kapten Kapal berinisial US bersama 18 orang kru kapalnya sedang berlayar memuat kayu dari Kutai Barat (Kubar) menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kemudian, saat berada di kawasan Loa Duri, US mendapat telepon dari kedua tersangka yang menanyakan di mana kapal Biak akan bersandar. Salah satu tersangka mengatakan, jika kapal yang dikemudikan korban telah melanggar peraturan, sekelompok orang tersebut, yakni memutus pita merah yang mereka pasang di Kubar.

Sehingga, tersangka meminta agar korban membayar denda sebesar 2 persen dari hasil penjualan kayu yang dibawa korban yakni sebesar 175 juta. Jika korban tidak mau membayar tersangka akan menahan kapal korban dan memasang pita merah, kemudian akan menyumpit Anak Buah Kapal (ABK).

Hingga akhirnya, pada Sabtu (4/9/2021) kapal tersebut bersandar di Dermaga di wilayah Kukar. Kelompok pelaku atau beberapa orang ini, menaiki dan masuk ke kapal yakni OIS dan MS dengan melakukan pengancaman dengan meminta uang senilai Rp 3 juta dan solar.

“Kemudian kepala kamar mesin memberikan uang Rp 300 dan dua jerigen solar. Tidak lama tersangka lain SI, AS dan RY naik kapal juga dan meminta untuk menelepon pemilik kapal agar mentransfer uang atas perintah dari tersangka RS sebesar Rp 175 Juta,” jelasnya.

Karena pelaku ini jumlahnya banyak membuat nakhoda kapal ketakutan dan merasa terintimidasi, terancam dan merasa diperas. Kemudian mereka melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

 

“Kejadian ini terjadi bukan sekali dua kali melainkan sudah berulang kali. Untuk menjaga situasi Kabtibmas tetap kondusif kami lakukan penegakan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” beber Subandi.

Oleh karena itu dirinya berharap agar ke depan tidak terjadi hal yang serupa yang dilakukan oleh kelompok pelaku. Mereka melakukan perbuatan pidana dan harus menerima hukum pidana juga.

“Ini negara hukum, ada aturan mainnya dan ada aturan yang harus ditaati oleh seluruh warga negara Republik Indonesia (RI),” tandasnya.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo menambahkan untuk pelaku yang diamankan dalam kesempatan tersebut sebanyak 7 orang. Mereka memiliki peran dan tugas masing-masing.

Ada yang berperan sebagai otaknya, ada yang bertugas menaiki kapal untuk meminta dan memeras sejumlah uang, serta ada yang berperan sebagai penerima hasil kejahatannya dalam hal ini yang punya nomor Rekening DWM.

“Para pelaku diamankan pada Sabtu (5/9/2021). Jadi kurang dari 2×24 jam sudah bisa terungkap. Dan otak pelaku kami amankan setelah dua hari kemudian pada tanggal 7 September,” tambahnya.

Beberapa Barang Bukti (BB) diamankan dalam kesempatan tersebut yakni, handphone, dan kain merah. Para pelaku pun diancam dengan pasal 368 KUHP JO 55, tentang pemerasan yang disertai dengan pengancaman.*

Wartawan: Ariel S

Pos terkait