Ratusan Warga Babulu Jadi Korban Terdampak Banjir Kiriman Dari Paser

Salah satu warga korban terdampak banjir diselamatkan oleh personel BPBD yang dibantu warga. (Ist)
Salah satu warga korban terdampak banjir diselamatkan oleh personel BPBD yang dibantu warga. (Ist)

Kaltimku.id, PPU – Sebanyak 225 kepala keluarga (KK) warga di Desa Sumber Sari Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) terkena dampak banjir. Dari jumlah tersebut, 36 KK dengan 122 jiwa mengungsi.

Air yang menggenangi permukiman warga Desa Sumber Sari, diketahui sejak 7 Oktober lalu akibat luapan air dan banjir kiriman dari Kecamatan Longkali Kabupaten Paser, yang merupakan wilayah perbatasan kedua daerah.

Bacaan Lainnya

“Sampai saat ini totalnya ada 10 RT dengan 692 jiwa menjadi korban kiriman air yang menggenangi permukiman warga,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, Marjani, Senin (11/10/2021).

Sepuluh wilayah RT itu adalah, RT 03, RT, 08, RT 09, RT 10, RT 11, RT 12, RT 13, RT 14, RT,15 dan RT 16. Adapun jumlah korban terdampak paling banyak berada di wilayah RT 08 dengan 60 KK dan 137 jiwa.

Sebanyak 15 KK mengungsi di Gedung Serba Guna , 16 KK ke rumah keluarga, 3 KK ke Pasar dan 2 KK mengungsi ke Puskesmas Pembantu Desa Sumber Sari. Banjir yang menggenangi permukiman warga berkisar antara 10 hingga 40 sentimeter.

“Untuk update terakhir, tinggi muka air (TMA) di permukiman sudah relatif turun di sekitar 5 senti,” ujarnya.

Lebih lanjut Marjani menjelaskan, berbagai upaya penanganan dilakukan bersama pihak-pihak terkait. Proses penanganan korban terdampak banjir melibatkan TNI, Polri,Dinas Sosial, Satpol-PP, warga hingga relawan.

Sejumlah posko bantuan didirikan, termasuk atas inisiatif warga. Selain itu, pemenuhan kebutuhan konsumsi bagi pengungsi  hingga penyediaan air bersih.

“Kami bersama tim terus melakukan kegiatan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Termasuk penanganan medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten,” tandasnya.*

Editor: Hary T BS

Pos terkait