Seorang Pria Berteriak: “Aku Gila,” dan Melompat ke Sungai Kandilo

Kaltimku.id, PASER – Seorang pria bernama Khairudin (39), warga Sultan Abdurahman, Gang Anang, RT.07, Kabupaten Paser, Tanah Grogot, Kalimantan Timur (Kaltim) melompat ke Sungai Kandilo pada Senin, 24 Mei 2021, sekitar pukul 23.40 Wita.

Saksi mata, Rio (27) saat sedang menelpon di dalam mobil, melihat korban Udin, panggilan akrab Khairudin melambaikan tangan sambil berteriak: “Aku Gila!” lalu ke pinggir sungai melemparkan buku berwarna kuning (diduga Ayat Suci Al-quran).

Bacaan Lainnya

Di tepi sungai, Udin menggulung celana dalamnya dan memegang ikat pinggang. Dalam keadaan tanpa busana, lalu melompat ke sungai dan terjatuh di atas lumpur.

“Saat melompat, kondisi sungai sedang surut, sehingga terjatuh di atas lumpur. Anggota TNI Sempat melihat korban dan memanggil-manggilnya, tetapi Udin tetap berjalan menelusuri aliran sungai,” beber Rio yang mencari dan memanggil serta dibantu anggota TNI, namun korban sudah tidak kelihatan lagi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser yang mendapatkan laporan aksi nekat Khairudin tersebut langsung melakukan pencarian pada Selasa (25/5/2021) pada pukul 08.00 Wita dan di hentikan pada pukul 17.00 Wita dengan hasil nihil.

Pencarian pun dilanjutkan kembali pada Rabu, 26 Mei 2021 mulai pukul 06.00 Wita. Setelah melakukan pencarian kurang lebih 60 menit, ada informasi dari warga telah ditemukan jasad seorang pria, tepatnya pada pukul  07.42 Wita di Desa Tanah Priuk, Gg. Bersama RT.08.

Tim gabungan langsung menuju tempat penemuan jasad tersebut. Korban ditemukan dalam posisi telungkup tanpa busana sesuai dengan keterangan awal, jarak dari TKP (tempat kejadian perkara) dan tempat penemuan sekitar 3 km ke arah hulu, posisi air sungai pasang besar. Korban ditemukan pertama kali oleh Zinan yang sedang menjala ikan.

Tim BPBD Paser, Pol Airud Po[res Paser, Shabara Polres Paser, Satpol PP  Paser, Relawan Balakar 01, Relawan Paser, Relawan Volunteer, Orari lokal Paser dan masyarakat langsung melakukan evakuasi.

Korban kemudian dimasukkan ke kantong mayat dan di naikkan ke perahu untuk di bawa ke posko. Setelah keluarga melihat dan membenarkan korban adalah keluarganya dan atas kesepakatan keluarga, tidak ingin dilakukan otopsi langsung dan minta di bawa ke rumah untuk segera dimakamkan.*

Wartawan: Ariel S

 

 

Pos terkait